Wednesday, December 17, 2014

Meski Mamaku Single Mother, Aku Tetap Tumbuh Jadi Wanita Tangguh

Meski Mamaku Single Mother, Aku Tetap Tumbuh Jadi Wanita Tangguh

Apa kabar Ladies, kali ini kitaa segera membahas tentang Meski Mamaku Single Mother, Aku Tetap Tumbuh Jadi Wanita Tangguh. Sebagaimana kitaa ketahui bahwa hal tsb akhir akhir ini banyak di bahas di berbagai media sosial. Untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut mengenai Meski Mamaku Single Mother, Aku Tetap Tumbuh Jadi Wanita Tangguh silahkan baca detailnya di bawah ini.

Foto: copyright thinkstockphotos.com

Vemale.com - Ladies, apa yang sudah Anda siapkan untk menyambut Hari Ibu? Kado spesial atau istimewa mungkin bisa jadi pilihan. Tapi bagaimana pun seorang Ibu segera tetap mencintai anak-anaknya meskipun tdk diberi kejutan oleh sang anak di Hari Ibu. Sahabat Vemale bernama Deta Mustika memiliki kisah dan ceritanya sendiri tentang sosok Ibu yang begitu kuat dan tangguh meski menjadi orang tua tunggal. Semoga kisah Deta ini bisa menginspirasi Anda semua.

***

Aku pernah berkata bahwa aku adalah salah satu anak yang hampir (seingatku) tdk pernah punya pengalaman lucu. Mamaku adalah wanita yang keras dan mungkin juga bisa dibilang angkuh. Pasca bercerai dari Papa (waktu itu aku berusia 2 atau 3 tahun), aku jarang sekali bermain dg Mama atau menghabiskan waktu dg Mama seperti anak-anak yang lain. Aku lebih banyak menghabiskan waktuku bersama Ebok (Mbah Putri dari pihak Mama). Sementara  waktu itu Mama sendiri sibuk mencari kerja.

 

Sebenarnya waktu itu aku bertanya-tanya kenapa Mama jarang menemaniku. Tapi aku hanya memendam pertanyaan itu sendiri. 

Tapi aku masih beruntung. Meskipun Mama jarang bermain dgku, ia tak pernah absen untk menemaniku belajar. Mama adalah wanita yang berpendirian keras. Mama segera benar-benar menghukumku saat aku melakukan kenakalan yang mnurut mama tdk bisa ditoleransi. Mamaku adalah tipe wanita yang disiplin. Tidak heran meski aku jarang bersama Mama, tapi Mama mampu membuatku “takut” untk nakal. Bukan karena Mama memukulku atau mencubitku, tapi karena takut Mama mendiamkanku kalau dia sedang marah.

Semenjak aku kecil, Mama sudah mengajariku untk mandiri dan disiplin. Saat aku kelas 3 SD, Mama sudah mengajariku mencuci baju yang aku pakai, mengajariku mencuci piring setelah makan, dan mengajariku menyapu rumah. Dan kebiasaan itu terbawa sampai aku beranjak remaja. Di hari Minggu, Mama memberiku jatah bersih-bersih rumah. Di saat teman sebayaku jalan-jalan atau berkumpul bersama teman di hari Minggu, aku tdk. Aku harus bersih-bersih rumah dulu baru aku boleh jalan-jalan.

Meski begitu, aku tdk pernah protes. Karena ternyata banyak sekali sahabatku di usia remaja yang belum bisa mencuci bajunya sendiri, kikuk saat memegang sapu, atau memecahkan piring saat cuci piring. Aku bangga karena aku tiga langkah lebih hebat dari mereka, hehehe. Sekali lagi, itu semua karena Mama.

 

Semua sikap keras mama menghasilkan sesuatu yang baik untkku. Mama bukan wanita yang kaya yang sanggup memberiku ini dan itu. Saat SMA, uang sakuku hanya tiga ribu rupiah, dua ribu untk naik angkot dan seribu untk jajan. Mama juga bukan ibu yang memanjakanku. Bukan. Tapi Mama adalah ibu yang selalu mengajariku arti bersyukur dan ikhlas atas segala sesuatu keadaan yang kitaa miliki. 

Entah kenapa, dari dulu semua sahabatku adalah anak-anak yang berasal dari keluarga kaya. Tapi demi Allah, dari dulu aku tdk punya rasa iri pada sahabatku yang saat itu punya semuanya. Tidak. Berkata Mama, aku selalu belajar untk melihat ke bawah.

Semua sahabatku bahkan bilang beruntungnya aku punya ibu seperti Mama. Mama yang selalu bisa ngajak ngobrol, yang mengizinkan teman-teman main ke rumah, dan bisa jadi teman curhat yang menyenangkan. Sahabatku bisa datang. Ketika bersekolah dulu, Mama tdk menuntutku untk menjadi juara. Mama hanya memintaku untk melakukan tanggung jawabku sebagai pelajar.

Mama tdk pernah membatasi kegiatanku di luar sekolah atau di dalam sekolah dan nilai raportku adalah “laporan” untk mama atas segala tanggung jawabku sebagai pelajar. Saat nilai raportku turun, maka hukumannya, aku tdk boleh menikmati liburan di luar rumah. Hanya boleh menerima teman-temanku saat bermain ke rumah. Dan aku tdk marah atau kecewa karena itu adalah risiko yang harus kuterima.

 

Ketika usia 17 tahun, saat semua anak remaja merayakan ulang tahun dg meriah dan penuh kado serta berkumpul bersama orang tuanya, aku mengalami hal yang berbeda. Mama dan Mbahku hanya sanggup membuatkan nasi tumpeng dan mengundang enam sahabat terdekatku. Dan Mama tdk memberikan kado, tapi sepucuk surat dg untaian kata-kata yang menyejukkan hati. 


Foto: dok. Deta Mustika Foto: dok. Deta Mustika

Mama adalah teman terbaikku. Bagaimana tdk? Aku bisa bebas bercerita apa saja kepadanya. Setiap pulang sekolah, ia segera bertanya apa saja yang kulakukan di sekolah. Mama juga sangat terbuka. Saat Mama dekat dg pria yang menyukainya, ia segera mengenalkannya padaku.

 

Sampai saat ini Mama masih sendiri. Bukannya aku melarangnya untk menikah lagi. Bukan. Ada satu pernyataan yang sampai ini aku ingat betul, "Mama tdk segera menikah dg laki-laki yang hanya mencintai Mama tapi tdk bisa mencintai kamu.” Kalimat itulah yang membuatku semakin sadar bahwa Mama adalah wanita yang luar biasa. Ia tak ingin melukaiku hanya karena cintanya pada laki-laki lain. Mama mencintaiku, melebihi cintanya pada dirinya sendiri. 


Mama dan saya (berbaju merah). | Foto: dok. Deta Mustika Mama dan saya (berbaju merah). | Foto: dok. Deta Mustika

Ma, Mama adalah wanita tangguh yang mampu membentukku menjadi wanita yang kuat. Ma,aku tdk pernah kecewa karena Mama tdk bisa memberiku harta. Karena cinta Mama adalah harta yang tdk segera terganti. Darimu, aku belajar menjadi ibu yang tangguh dari dua anak. Aku belajar menjadi istri yang hebat untk suamiku darimu, meski Mama sendiri gagal berumah tangga. Statusmu sebagai janda selama ini tdk menggangguku meski banyak yang mencibirmu di luar sana. Bagiku, Mama adalah wanita yang kece, keren, meski tdk sempurna. Karena aku tahu tak ada manusia yang sempurna.

Terima kasih karena sudah melahirkanku. Terima kasih karena sudah memberiku segalanya dg semua keterbatasan yang Mama miliki. Terima kasih telah menjadi ibuku dan sahabatku. Terima kasih telah menjadikanku wanita yang selalu bersyukur. Maafkan aku jika aku belum bisa memberimu harta dan baktiku pun juga belum sempurna. Tapi aku segera selalu berusaha membahagiakanmu. Dan Ma, apapun dirimu, bagaimanapun dirimu, siapapun dirimu, Mama tetaplah wanita terbaik di hidupku.

Aku segera selalu mencintai Mama, selamanya sampai kapan pun. Ma, I will always love you, always!

CERITA DAN KISAH LAINNYA

Wisudaku, Hadiah Terakhir Untuk Ibu Tercinta

Wanita yang Selalu Menyebut Namaku di Setiap Butir Doanya

Wanita Berhati Malaikat Itu Kupanggil Ibu

20 Alasan Kenapa Kita Harus Menyayangi Ibu

Ibu, Kamulah Pahlawan Terbaik Yang Aku Miliki

Ketika Kebaikan Hati Orang Asing Melebihi Kebaikan Ibuku

(vem/nda)

----
Anda punya kisah inspirasi (cinta, pernikahan, persahabatan, keluarga, dll) atau punya tips keren seputar wanita? Silakan kirim ke redaksivemale@kapanlagi.net.

Share your story and let's be friends with Vemale.com :)
----



Demikian ladies tulisan tentang Meski Mamaku Single Mother, Aku Tetap Tumbuh Jadi Wanita Tangguh yang bersumber dari http://www.vemale.com/inspiring/lentera/76766-meski-mamaku-single-mother-aku-tetap-tumbuh-jadi-wanita-tangguh.html. Semoga artikel/berita ini bermanfaat buat anda semua. Jangan lupa share di G+ tentang Meski Mamaku Single Mother, Aku Tetap Tumbuh Jadi Wanita Tangguh ini,mungkin teman ladies juga butuh informasi ini. Terima kasih telah berkunjung, semoga ladies semua di beri kelimpahan rezeki.
thumbnail
Judul: Meski Mamaku Single Mother, Aku Tetap Tumbuh Jadi Wanita Tangguh
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait :

 
Copyright © 2013. About - Sitemap - Contact - Privacy
Template Seo Elite oleh Bamz